SELAMAT

menu

Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 April 2012

Gadis Kecil Yang Malang


GADIS KECIL YANG MALANG

Beberapa hari belakangan ini, cuaca sukar diprediksi. Hujan tiba – tiba sering turun dengan lebatnya, bahkan disertai angin kencang dan petir bersahutan. Pulang sekolah, aku harus dua kali naik kendaraan umum. Kalau Mas Sam mengabarkan akan menjemputku hari ini, aku tentu senang sekali. Kalau tidak, aku tentunya pulang sendiri, berebut mengejar angkot hingga malam tiba.  Dan hari ini, aku benar – benar tidak mungkin mengharapkan Mas Sam segera hadir menjemputku dengan mobilnya. Baru saja dia sms, “ Mas kejebak macet jemput mama di Tanah Abang “.
Harapanku ini, hujan yang tiba – tiba turun segera berhenti. Paling tidak, setelah aku sampai didepan rumahku sudah reda. Saat mikrolet yang kutumpangi berhenti diseberang jalan rumahku, senja yang gelap sudah berganti malam dan hujan belum berhenti juga. Aku terpaksa berlari dan berteduh dihalte untuk sementara. Beberapa pengerndara sepeda motor sudah banyak memenuhi halte. Jaket dan pakaian mereka basah kuyup. Seorang bapak tua sedang melindungi isi gerobak barang – barang rongsokannya dengan plastik. Ada juga seorang anak lelaki yang termenung karena sebagian koran jualannya basah dan belum terjual. Beberapa ibu dan anak – anak sekolah asyik makan gorengan sambil ngerumpi tertawa cekikikan.
Puas menatap orang – orang disekelilingku ditengah terpaan cahaya lampu – lampu kendaraan yang lewat, sesosok gadis kecil tampak menyeberang jalan menuju halte tempatku berteduh. Ditangannya ada sebuah payung yang tidak terlalu besar. Baju gadis kecil itu sudah basah kuyup ketika dia tiba dihalte. Wajah imutnya mengingatkanku pada sahabat yang paling setia dan aku sayang. Beberapa orang anak sekolah dan ibu – ibu segera menyerbu gadis kecil itu. Tapi ketika gadis kecil itu melihat kearahku, dia cepat menghampiriku, sepertinya dia sudah mengenalku sebelumnya. Dia hanya menawarkan payungnya untukku.
“ Silahkan kakak pakai saja payungku untuk pulang ”, kata gadis tersebut. Karena gadis tersebut hanya mekakakwa satu payung saja, akupun menjawab serta menolaknya dengan baik “ terima kasih de, ade lebih membutuhkannya daripada kakak “. Gadis imut itupun terus mendesakku agar aku menggunakan payungnya untuk pulang. Tanpa berfikir panjang lebar, aku mengusulkan kalau aku dan gadis kecil itu bersama – sama memakai payungnya untuk menyeberang jalan.
Ketika aku sudah ada dipinggir jalan, tiba – tiba Mas Sam sms aku, “ de, kamu udah sampai rumah belum, kalau belum, kamu sekarang ada dimana, Mas Sam ingin jemput kamu “. Denag senang hati, aku langsung mebalas sms dari Mas Sam, “ aku berada didepan halte dekat terminal “. Dengan baik dan setianya, gadis kecil itu menemaniku sampai Mas Sam menjemputku. Aku dan gadis kecil itu saling bercerita yang lucu – lucu, dan akhirnya Mas Sam menjemputku. Akupun mengucapkan terimakasih atas bantuannya. Gadis kecil itupun tersenyum. Ketika ditengah perjalanan pulang, aku baru ingat bahwa aku lupa menanyakan nama gadis kecil itu.
Keesokan harinya, ditempat yang sama, aku bertemu dengan gadis itu lagi. Gadis kecil itu sedang duduk dihalte dengan raut wajah yang begitu sedih. Aku menghampirinya dan bertanya, “ ade mengapa bersedih ? cerita saja sama kakak,  mungkin kakak bisa bantu “. Gadis kecil itupun menceritakannya sambil meneteskan air mata. Dia bercerita tentang kakaknya yang sedang menderita penyakit kanker otak yang diderita selama beberapa tahun. Orang tua gadis kecil itu sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat beberapa tahun yang lalu, saudara – saudaranya pun sudah tak punya. Tiba – tiba aku teringat dengan sahabatku yang menderita penyakit kanker juga.
Namun ketika orangtuanya mekakakwa sahabatku pergi keluar negeri untuk melakukan pengobatan, aku sudah tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Ketika aku sedang melamun, tiba – tiba gadis kecil itu membuyarkan lamunanku “ Kak...Kak...mengapa kakak melamun?”. “ maaf de, kakak teringat sama sahabat kakak “ jelasku untuknya. Tanpa berfikir panjang lebar, aku memutuskan untuk kerumah gadis kecil itu. Sebelumnya aku menanyakan namanya, dan alangkah terkejutnya, ternyata nama gadis kecil itu Manda, sama sekali dengan nama adik sahabatku.
Aku segera dipertemukan dengan kakak dari gadis kecil itu, dan betapa terkejutnya aku, ternyata rumah gadis kecil itu hanya berdinding dari anyaman banbu saja. Ketika aku bertemu dengan kakaknya, betapa terkejutnya aku, ternyata dia benar – benar sahabat aku yang bernama Chintya. Aku dan Chintya saling berpelukan melepas kerinduan yang terpendam. Ketika aku dan Chintya sedang berpelukan, tiba – tiba penyakit dia kambuh. Aku panik karena Chintya menjerit kesakitan dan Manda mencari obat untuk kakaknya, dan ternyata obatnya habis. Aku segera menghubungi Mas Sam untuk menjemputku dibawah jembatan dekat terminal agar bisa segera membawa Chintya kerumah sakit.
Beberapa menitpun berlalu, Mas Sam datang. Aku dan Manda segera membawa Chintya kerumah sakit terdekat. Diperjalanan menuju rumah sakit, Chintya berkata sambil menahan sakit “ Lia, apa kamu mau berjanji sama aku?”. “ Janji apa tya?” jawab aku sambil memegang telapak tangannya. Sambil memegang erat tanganku, dia berkata, “ kamu harus berjanji, bahwa kamu harus menjaga adik aku baik – baik serta menganggapnya seperti adik kamu sendiri “. “ iya Tya, aku janji akan menjaga adik kamu dan berusaha menyembuhkanmu, kamu harus bertahan demi adik kamu “, jawab aku sambil meneteskan air mata.
Setibanya dirumah sakit, Chintya segera dibawa keruang Unit Gawat Darurat oleh perawat. Menit telah berubah menjadi jam, kami menunggu kabar dari dokter, orangtua akupun yang telah dikabari oleh Mas Sam sudah tiba dirumah sakit. Ketika waktu menunjukkan pukul 20.33 WIB, dokterpun keluar dan mengabarkan, “ maaf, kami sudah berusaha namun Tuhan berkehendak lain “. “ Maksud dokter apa? Kak Tya baik – baik aja kan dok?” tanya Manda sambil menangis. Dokter menjelaskan dengan tenang kepada Manda, “ maaf, kakak kamu tidak bisa tertolong lagi”. Manda menjerit rasa tak percaya dan seketika tidak sadarkan diri.
Pihak rumah sakit memandikan serta merapihkannya jenazah Chintya, dan segera dibawa pulang kerumah. Orangtuaku segera mengabarkan pihak rumah agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk proses pemakaman serta pengajian. Dalam perjalanan pulang, Manda terus menerus menangis dipundakku dengan rasa tak percaya. Ketika sampai dirumah, Manda mengaji didepan jenazahnya Chintya. Setelah proses pemakaman selesai, Manda belum mau beranjak dari makamnya Chintya, dia berulang – ulang kali menciumi batu lisan kakaknya.
Setibanya dirumah, aku, Mas Sam, serta kedua orangtuaku membicarakan tentang pengadopsian Manda. Manda pun setuju bila dia diadopsi oleh keluargaku, karena memang orangtuaku dengan orangtuanya Manda sudah menjalin persahabatan semenjak mereka sama – sama mulai usahanya dari nol. Orangtuaku menyerahkan semuanya kepada pengacara keluarga. Seminggupun berlalu, Manda sudah mulai melanjutkan sekolahnya kembali, yang dulu pernah tertunda sebab dia harus mencari biaya untuk membeli obat Chintya. Manda sudah mulai mengikhlaskan dan dia mulai membuka lembaran baru bersama keluarga barunya. Dan kini Manda, aku, serta keluargaku hidup bahagia...

Jumat, 06 April 2012

Selamat Jalan

Selamat Jalan
dihatiku telah tertulis
satu nama untuk cinta
yang takkan terganti untuk selamanya
walau kini sudah tiada disisiku lagi
air mata pun terus berlinang
melepas kepergianmu untuk selamanya
hancur sudah harapan tuk bersamamu
hanya kenangan yang melekat dihatiku
 
 selamat jalan kekasihku
janji aku selalu bersamamu
meskipun aku sakit menjalani hidup tanpamu
kau selalu melekat dihatiku




doaku selalu menyertaimu
disetiap nafasku
disetiap langkahku
disetiap detak jantung ini
semoga engkau damai disana
semoga kita berjumpa lagi
akan aku jaga cinta ini
hanya untukmu dihatiku.

Kamis, 08 Maret 2012

tulisan- softskill / puisi 2

Persahabatan Yang Ternoda


Sahabat....
Begitu banyak waktu yang kita lalui bersama
Begitu banyak kenangan yang terindah
Disaat suka maupun duka
Kau selalu ada untuk Ku
Tapi....
Mengapa dirimu menghilang
Sosok sahabat yang setia
Yang menerima diriKu apa adanya
Kini telah hilang begitu saja
Apa ini caraMu membalas pengorbanan diriKu
DiriKu yang selalu ada untukmu
Yang rela kehilangan harga diriku
Untuk membela cintamu
TUHAN......
Aku ingin dia seperti yang dulu
Ku mohon TUHAN...!
Jangan biarkan cinta menodai persahabatan ini....

Selasa, 06 Maret 2012

Tulisan-softskill / puisi

Untuk Sahabat Peterpan

Sahabat...
Semua Tentang Kita Sangat Indah
Sehingga Kukatakan Dengan Indah
Kita Tertawa...
Saat Kau Membuka Topeng Dibelakangku
Terntaya Satu Hati Telah Menyatu
Dan Hilang Semua Kegundahan
Dari Hati yang Terdalam
Tak Bisakah Mimpi yang Sempurna
Menghidupkan Masa lalu yang Tertinggal
Ketika Kubertanya Ada Apa Denganmu?
Kau Terdiam, Coba bertanya Pada Langit Tua
Tapi... Langit Tak Mendengar
Taman Langit Begitu Indah
Membawaku Pada Khayalan Tingkat Tinggi
Serta Membawa Aku dan Bintang ke 2DSD
Jauh Mimpiku Bersama Dirimu
Sungguh Membebaniku
Sehingga...
Pikiranku Diatas Normal
Dan Aku Menunggu Pagi
Mengganti Tertinggal Waktu
Yang Begitu Singkat
Bintang Disurga
Memancarkan Cahaya yang Terang
Mungkin Nanti Semua Akan Bahagia
 

Terinspirasi dari album Peterpan
Fitri Nurlia Mandasari 

Senin, 19 Desember 2011

Persaingan Antara Perusahaan Besar dan Kecil


PERUSAHAAN KECIL SULIT BERSAING DENGAN PERUSAHAAN BESAR

Era Reformasi, yang menurut anggapan telah dimulai pada bulan Mei 1998, melahirkan banyak ide pemulihan kondisi ekonomi yang demikian terpuruk. Salah satu ide yang sempat menggema adalah ekonomi kerakyatan. Walaupun kesepakatan tentang substansi ekonomi kerakyatan belum tercapai, namun cita – cita luhurnya, yaitu memajukan ekonomi rakyat, sangat dihargai. Hanya saja harus diingat bahwa dapat saja terjadi cita – cita yang baik justru menghasilkan sesuatu yang buruk karena salah kebijakan.
Salah satu pemikiran berbahaya dari ide ekonomi kerakyatan adalah menganggap perusahaan besar pasti merusak perekonomian, oleh karenanya mereka harus dibatasi. Data – data sementara ini memang menunjukan bahwa banyak usaha skala kecil dan menengah (UKM) yang lumpuh karena ekspansi usaha skala besar. Pada periode 1980an – 1990an banyak warung tradisional yang tutup karena kalah bersaing dengan pasar swalayan (supermarket). Tetapi selama beberapa tahun terakhir ini banyak supermarket yang tutup karena hadirnya hypermarket.
Definisi ilmu ekonomi dari perusahaan adalah institusi yang memproduksi barang atau jasa dengan mengombinasi berbagai faktor produksi. Tujuannya adalah menghasilkan atau meningkatkan nilai tambah barang / jasa, sehingga memperoleh keuntungan. Dari definisi ini perusahaan memang harus mendapatkan keuntungan yang akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui investasi, serta penerapan metode manajemen dan teknologi modern. Bahkan tidak berlebihan bila dikatakan bahwa laba adalah salah satu ukuran efisien pengelolaan perusahaan.
Perbedaan perusahaab kecil dengan perusahaan besar terutama adalah skala usaha. Pengusaha kec. Pengusaha kecil umumnya memproduksi dengan skala kecil, sehingga seringkalin tidak dapat mencapai skala usaha yang efisien. Sebaliknya pengusaha besar, memproduksi dalam skala besar dan mencapai skala efisien. Umumnya, semakin besar skala produksi, biaya produksi rata – rata justru semakin rendah.
Jadi analisis  pokok dari ekonomi kerakyatan adalah bukan mempertentangkan usaha kecil dengan usaha besar, sebaliknya bagaimana memadukan kekuatan usaha kecil dengan usaha besar. Dengan demikian kelemahan yang melekat pada perusahaan kecil dan besar dapat dikurangi. Jangan biarkan perusahaan kecil memproduksi barang / jasa yang sama dengan perusahaan besar kalau mereka akan kalah bersaing. Sebaliknya usahakan agar perusahaan – perusahaan kecil memberikan dukungan pasokan faktor produksi dan distribusi penjualan produk perusahaan – perusahaan besar. Dengan demikian terjadi sinerji antara kegiatan perusahaan kecil dengan perusahaan besar.