SELAMAT

menu

Selasa, 29 Mei 2012

Para Pelaku Ekonomi

 Para Pelaku Ekonomi

           1.    Rumah Tangga Keluarga
Rumah tangga keluarga adalah pelaku ekonomi yang terdiri atas ayah, ibu, anak, dan anggota keluarga lainnya. Rumah tangga keluarga termasuk kelompok pelaku ekonomi yang cakupan wilayahnya paling kecil. Rumah tangga keluarga adalah pemilik berbagai faktor produksi. Faktor-faktor produksi yang terdapat pada rumah tangga keluarga antara lain tenaga kerja, tenaga usahawan, barang-barang modal, kekayaan alam, dan harta tetap (seperti tanah dan bangunan). Faktor-faktor produksi yang disediakan oleh rumah tangga keluarga akan ditawarkan kepada sektor perusahaan
a.     Membeli berbagai Barang atau Jasa (Konsumsi)
Pada rumah tangga keluarga yang masih rendah taraf perkembangannya, sebagian besar pendapatannya tersebut digunakan untuk konsumsi, seperti membeli makanan, minuman, pakaian, dan kebutuhan sehari-hari lainnya. Namun untuk rumah tangga keluarga yang mempunyai taraf perkembangan yang lebih maju, penghasilan yang diperolehnya tidak hanya untuk konsumsi barang kebutuhan sehari-hari, tetapi digunakan juga untuk konsumsi yang lebih tinggi seperti untuk pendidikan, perumahan, dan rekreasi. Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga menunjukkan bahwa rumah tangga keluarga mempunyai peran sebagai konsumen. Oleh karena itulah, rumah tangga keluarga disebut sebagai pelaku konsumsi. Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh setiap rumah tangga keluarga berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut ini.
1) Kebiasaan hidup
2) Jumlah anggota keluarga
3) Status sosial
4) Lingkungan
5) Pendapatan
b.     Disimpan/Ditabung
Sisa penghasilan yang digunakan untuk konsumsi dapat disimpan atau ditabung. Kegiatan menabung dilakukan untuk memperoleh dividen (bunga). Di samping itu kegiatan menabung dapat berfungsi sebagai cadangan dalam menghadapi berbagai kemungkinan buruk di masa depan.
               2.     Perusahaan
Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakatHal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai produsen. Berdasarkan lapangan usahanya, perusahaan yang ada dalam perekonomian dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu industri primer, industri sekunder, dan industri tersier.
a.     Industri Primer
Industri primer adalah perusahaan yang mengolah kekayaan alam dan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang disediakan oleh alam. Contohnya, pertanian, pertambangan, perikanan, kehutanan, peternakan.
b.     Industri Sekunder
Industri sekunder adalah perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang industri atau perusahaan-perusahaan yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi dan siap untuk dikonsumsi masyarakat. Contohnya: perusahaan mobil, sepatu, pakaian, dan lainlain.
c.     Industri Tersier
Industri tersier adalah industri yang menghasilkan jasa-jasa perusahaan yang menyediakan pengangkutan (transportasi), menjalankan perdagangan, memberi pinjaman, dan menyewakan bangunan. Selain berperan sebagai produsen, perusahaan juga sebagai pelaku konsumsi. Perusahaan akan membutuhkan berbagai bentuk faktor produksi seperti bahan baku, bahan penolong, tenaga kerja, mesin, dan lain sebagainya. Semua itu dapat diperoleh dengan cara membeli dari rumah tangga keluarga atau rumah tangga pemerintah (negara). Misalnya, perusahaan roti, akan membutuhkan telur, tepung terigu, gula pasir, bahan pengembang, tenaga kerja, oven, dan sebagainya. Barang-barang tersebut dikonsumsi perusahaan untuk memperlancar proses produksi. 
3.    Pemerintah
Pemerintah adalah badan-badan pemerintah yang bertugas untuk mengatur kegiatan ekonomi. Seperti halnya rumah tangga keluarga dan perusahaan, pemerintah juga sebagai pelaku ekonomi yang melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi.
a.     Kegiatan Konsumsi Pemerintah
Pemerintah dalam menjalankan tugasnya membutuhkan barang dan jasa. Kegiatan konsumsi pemerintah dapat berupa kegiatan membeli alat-alat tulis kantor, membeli alat-alat kedokteran, membeli peralatan yang menunjang pendidikan, menggunakan tenaga kerja untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintah, dan sebagainya.
b.     Kegiatan Produksi Pemerintah
Pemerintah ikut berperan dalam menghasilkan barang dan atau jasa yang diperlukan dalam rangka mewujudkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Hal ini sesuai dengan UUD 1945 Pasal 33 ayat (2), yang berbunyi: “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”. Pelaksanaan peran pemerintah dalam kegiatan produksi diwujudkan dalam kegiatan usaha hampir di seluruh sektor perekonomian. Sebagai pelaksana kegiatan produksi pemerintah mendirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Berikut ini maksud dan tujuan pendirian BUMN berdasarkan UU Nomor 19 Tahun 2003.
1) Memberikan sumbangan bagi perekonomian nasional pada umumnya dan penerimaan negara pada khususnya.
2) Mencari keuntungan.
3) Menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan memadai bagi orang banyak.
4) Menjadi perintis kegiatan-kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sektor swasta dan koperasi.
5) Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan kepada pengusaha golongan ekonomi lemah, koperasi, dan masyarakat.
c.     Kegiatan Distribusi Pemerintah
Selain melakukan kegiatan konsumsi, pemerintah juga berperan dalam kegiatan distribusi. Berikut ini kegiatan-kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah.
1) Menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu kegiatan operasional yang ada di sekolah. Misalnya mengenai penyediaan buku-buku pelajaran, dan sebagainya.
2) Memberi bantuan kepada rakyat miskin berupa penyaluran raskin (beras rakyat miskin) melalui BULOG. Selain melakukan kegiatan pokok-pokok ekonomi, pemerintah juga berperan sebagai pengatur dan pelaksana kebijakan. Peran pemerintah sebagai pengatur yaitu dengan mengeluarkan berbagai peraturan yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi. Tujuan dibuatnya peraturan adalah agar kegiatan-kegiatan ekonomi dijalankan secara wajar dan tidak merugikan masyarakat. Sebagai contoh peraturan mengenai impor barang. Pemerintah menetapkan berbagai tarif masuk barang. Hal ini dimaksudkan agar barang-barang yang berasal dari luar negeri tidak mudah masuk ke Indonesia. Peraturan-peraturan pemerintah lainnya masih banyak, seperti peraturan pendirian industri, peraturan ekspor, perbaikan lalu lintas, kebijakan fiskal dan moneter, dan berbagai peraturan kegiatan ekonomi lainnya.
4.    Masyarakat
Masyarakat sebagai pelaku ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat luar negeri juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi perekonomian, karena berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi perdagangan, namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar tenaga kerja, serta pemberian pinjaman.
Oleh karena itu melakukan kerja sama dengan masyarakat luar negeri sangat diperlukan. Karena pada dasarnya sebuah negara tidak bisa berdiri sendiri tanpa berhubungan dengan negara lain. Masyarakat luar negeri juga dapat melakukan kegiatan ekonomi berupa kegiatan konsumsi dan kegiatan produksi. Kegiatan konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat luar negeri, akan tampak pada aktivitas berikut ini.
a.      Membeli barang-barang yang tidak diproduksi oleh masyarakat dalam negeri.
b.      Menggunakan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh negara, seperti bandara, stasiun, pasar, dan sebagainya.
c.      Menikmati objek-objek wisata negara lain seperti pegunungan, pantai, candi, dan objek-objek yang lainnya.
d.      Menggunakan tenaga kerja-tenaga kerja dari negara lain.
Masyarakat juga melakukan kegiatan produksi. Kegiatannya akan tampak pada aktivitas berikut ini.
a.     Masyarakat luar negeri menghasilkan barang yang tidak diproduksi oleh negara lain.
b.     Melakukan penanaman modal di negara lain.
c.     Memberikan pinjaman kepada negara yang membutuhkan.
d.     Mengirimkan tenaga kerja dan tenaga ahli ke negara-negara yang membutuhkan.
Melalui kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat luar negeri akan memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perekonomian suatu negara. Berikut ini beberapa peran masyarakat luar negeri dalam kegiatan ekonomi.
a.     Melalui kegiatan perdagangan (kegiatan ekspor impor) dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di negara yang bersangkutan.
b.     Adanya tukar-menukar tenaga kerja antarnegara dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sehingga dapat meningkat mutu serta jumlah barang yang dihasilkan.
c.     Membuka lapangan kerja baru.
d.     Meningkatkan keuangan atau pendapatan negara berupa devisa.
    5.    Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum yang berlandaskan pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Kegiatan usaha koperasi merupakan penjabaran dari UUD 1945 pasal 33 ayat (1). Dengan adanya penjelasan UUD 1945 Pasal 33 ayat (1) koperasi berkedudukan sebagai soko guru perekonomian nasional dan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem perekonomian nasional. Sebagai salah satu pelaku ekonomi, koperasi merupakan organisasi ekonomi yang berusaha menggerakkan potensi sumber daya ekonomi demi memajukan kesejahteraan anggota. Karena sumber daya ekonomi tersebut terbatas, dan dalam mengembangkan koperasi harus mengutamakan kepentingan anggota, maka koperasi harus mampu bekerja seefisien mungkin dan mengikuti prinsip-prinsip koperasi dan kaidah-kaidah ekonomi.
a.     Prinsip Koperasi
Di dalam Undang-Undang RI No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian disebutkan pada pasal 5 bahwa dalam pelaksanaannya, sebuah koperasi harus melaksanakan prinsip koperasi. Berikut ini beberapa prinsip koperasi.
1) Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terbuka.
2) Pengelolaan koperasi dilakukan secara demokratis.
3) Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota.
4) Modal diberi balas jasa secara terbatas.
5) Koperasi bersifat mandiri.
b.      Fungsi dan Peran Koperasi
Sebagaimana dikemukakan dalam pasal 4 UU No. 25 Tahun 1992, fungsi dan peran koperasi di Indonesia seperti berikut ini. 
1)     Membangun dan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial 
Potensi dan kemampuan ekonomi para anggota koperasi pada umumnya relatif kecil. Melalui koperasi, potensi dan kemampuan ekonomi yang kecil itu dihimpun sebagai satu kesatuan, sehingga dapat membentuk kekuatan yang lebih besar. Dengan demikian koperasi akan memiliki peluang yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pada umumnya dan anggota koperasi pada khususnya.
2)     Turut serta secara aktif dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat
Selain diharapkan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi para anggotanya, koperasi juga diharapkan dapat memenuhi fungsinya sebagai wadah kerja sama ekonomi yang mampu meningkatkan kualitas kehidupan manusia dan masyarakat pada umumnya. Peningkatan kualitas kehidupan hanya bisa dicapai koperasi jika ia dapat mengembangkan kemampuannya dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota-anggotanya serta masyarakat disekitarnya.
3)     Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional
Koperasi adalah satu-satunya bentuk perusahaan yang dikelola secara demokratis. Berdasarkan sifat seperti itu maka koperasi diharapkan dapat memainkan peranannya dalam menggalang dan memperkokoh perekonomian rakyat. Oleh karena itu koperasi harus berusaha sekuat tenaga agar memiliki kinerja usaha yang tangguh dan efisien. Sebab hanya dengan cara itulah koperasi dapat menjadikan perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.
4)     Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi
Sebagai salah satu pelaku ekonomi dalam sistem perekonomian Indonesia, koperasi mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan perekonomian nasional bersama-sama dengan pelaku-pelaku ekonomi lainnya. Namun koperasi mempunyai sifat-sifat khusus yang berbeda dari sifat bentuk perusahaan lainnya, maka koperasi menempati kedudukan yang sangat penting dalam sistem perekonomian Indonesia. Dengan demikian koperasi harus mempunyai kesungguhan untuk memiliki usaha yang sehat dan tangguh, sehingga dengan cara tersebut koperasi dapat mengemban amanat dengan baik.
b.     Manfaat Koperasi
Berdasarkan fungsi dan peran koperasi, maka manfaat koperasi dapat dibagi menjadi dua bidang, yaitu manfaat koperasi di bidang ekonomi dan manfaat koperasi di bidang sosial.
1 ) Manfaat Koperasi di Bidang Ekonomi
Berikut ini beberapa manfaat koperasi di bidang ekonomi.
a) Meningkatkan penghasilan anggota-anggotanya. Sisa hasil usaha yang diperoleh koperasi dibagikan kembali kepada para anggotanya sesuai dengan jasa dan aktivitasnya.
b) Menawarkan barang dan jasa dengan harga yang lebih murah. Barang dan jasa yang ditawarkan oleh koperasi lebih murah dari yang ditawarkan di toko-toko. Hal ini bertujuan agar barang dan jasa mampu dibeli para anggota koperasi yang kurang mampu.
c) Menumbuhkan motif berusaha yang berperikemanusiaan. Kegiatan koperasi tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi melayani dengan baik keperluan anggotanya.
d) Menumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam pengelolaan koperasi. Setiap anggota berhak menjadi pengurus koperasi dan berhak mengetahui laporan keuangan koperasi.
e) Melatih masyarakat untuk menggunakan pendapatannya secara lebih efektif dan membiasakan untuk hidup hemat.
2 ) Manfaat Koperasi di Bidang Sosial
Di bidang sosial, koperasi mempunyai beberapa manfaat berikut ini.
a) Mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat damai dan tenteram.
b) Mendorong terwujudnya aturan yang manusiawi yang dibangun tidak di atas hubungan-hubungan kebendaan tetapi di atas rasa  kekeluargaan.
c) Mendidik anggota-anggotanya untuk memiliki semangat kerja sama dan semangat kekeluargaan. 
d) . Bidang Usaha Koperasi
Berdasarkan atas bidang usahanya, koperasi dapat digolongkan dalam beberapa kelompok, yaitu koperasi konsumsi, koperasi produksi, koperasi pemasaran, koperasi kredit, dan koperasi jasa.
1 ) Koperasi konsumsi
Koperasi konsumsi adalah koperasi yang berusaha dalam bidang penyediaan barang-barang kebutuhan sehari-hari. Jenis konsumsi yang dilayaninya sangat tergantung pada latar belakang kebutuhan anggotanya. Misalnya koperasi konsumsi dalam lingkungan pelajar biasanya menjual alat-alat tulis, buku-buku, serta alat-alat keperluan belajar lainnya, dan sebagainya.
2 ) Koperasi produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang kegiatan utamanya melakukan pengolahan bahan baku menjadi barang setengah jadi. Selain memproduksi barang, koperasi juga melakukan pemasaran barang-barang yang telah dihasilkannya tersebut. Misalnya koperasi pengrajin batik, koperasi peternakan, dan sebagainya.
3 ) Koperasi pemasaran
Koperasi pemasaran adalah koperasi yang dibentuk terutama untuk membantu para anggotanya dalam memasarkan barang-barang yang mereka hasilkan. Contohnya koperasi pemasaran elektronik, koperasi alat-alat tulis kantor, dan sebagainya.
4 ) Koperasi kredit
Koperasi kredit disebut juga koperasi simpan pinjam. Koperasi kredit adalah koperasi yang usahanya memupuk simpanan dari para anggota dan memberikan pinjaman uang kepada para anggota dengan bunga rendah, syarat mudah, dan angsuran ringan. Misalnya koperasi simpan pinjam dengan anggota petani, koperasi simpan pinjam dengan anggota nelayan, dan sebagainya.
5 ) Koperasi jasa
Koperasi jasa ialah koperasi yang memberi layanan atau jasa kepada para anggotanya. Contohnya koperasi angkutan, koperasi perumahan, koperasi asuransi, dan sebagainya.

Jumat, 27 April 2012

Investasi dan Penanaman Modal


BAB 14
Investasi Dan Penanaman Modal
     1.     Investasi
Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat investasi dalam perekonomian suatu negara :
                 1.       Prospek ekonomi dimasa yang akan datang.
                 2.      Keuntungan yang dicapai oleh pihak perusahaan.
                 3.      Perubahan dan perkembangan teknologi.
                 4.     Kestabilan perekonomian negara.
                 5.      Tingkat suku bunga.
Investasi sendiri didalam perekonomian memiliki peran yang sangat penting didalam menentukan besar kecilnya pendapatan nasional, yakni dengan proses angka pengganda investasinya. Dengan kata lain, perubahan sedikit saja dalam investasi, akan menyebabkan perubahan pendapatan nasional dengan prosentase/jumlah yang jauh lebih besar.
     2.    Penanaman Modal Dalam Negeri
Investasi dari penanaman modal mulai diarahkan pada usaha untuk
  • Memperkokoh struktur industri dalam negeri secara umum. 
  • Prioritas juga ditujukan kepada industri agar mampu menciptakan mesin-mesin produksi sendiri. 
  • Diarahkan pada proses penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya.
  • Dapat menyebar ke luar daerah pulau jawa. Beberapa sebab mengapa pulau jawa masih menjadi konsentrasi penanaman modal :
Investor lebih berorientasi pada pasar, dan pulau jawalah yang memenuhi kriteria tersebut.
Pulau jawa relatif lebih memiliki fasilitas dan infrastruktur yang lebih lengkap dibanding wilayah yang lainnya.
     3.    Penanaman Modal Asing
Masuknya modal asing menimbulkan pro dan kontra dalam menanggapinya. Beberapa alasan yang bersifat ekonomi yang menentang masuknya penanaman modal asing adalah :
  1. Didalam kenyatannya sangat jarang perusahaan multinasional bersedia menanamkan kembali keuntungan yang diperoleh di negara-negara berkembang
  2. Dilihat dari kepentingan neraca pembayaran, perusahaan-perusahaan multinasional dapat menyebabkan berkurangnya penerimaan devisa negara. 
  3. Meskipun perusahaan multinasional turut menyetor pajak kepada negara, namun mereka juga sering mendapatkan keringanan pajak dari pemerintah, serta perlindungan-perlindungan lainnya. 
  4. Tidak jarang tujuan transfer teknologi tidak dapat berjalan dengan lancar.
Sedangkan pendapat yang bersifat non-ekonomi diantaranya :
  • Perusahaan multinasional sering memiliki kedudukan sebagai perusahaan monopolis. 
  • Perusahaan multinasional tidak jarang hanya memproduksi komoditi untuk kalangan tertentu saja. 
  • Perusahaan multinasional dapat mempertajam kesenjangan sosial 
  • Perusahaan multinasional dapat menggunakan kekuatan ekonomi untuk menekan pemerintah. 
  • Perusahaan multinasional dapat menekan pajak lokal dengan “transfer pricing”.
Beberapa alasan negara Indonesia masih banyak membutuhkan uluran penanaman modal asing :
  • Kemampuan menabung masyarakat Indonesia yang belum sempurna, sehingga kebutuhan modal dalam negeri masih kurang.
  •  Masih banyak sektor yang belum dapat dikelola sendiri oleh tenaga maupun manajemen dalam negeri 
  • Belum efisiennya produk untuk jenis-jenis komoditi tertentu, sehingga lebih menguntungkan jika diserahkan pengelolaannya kepada investor asing 
  • Meskipun masih sedikit, kita dapat belajar dan mencoba proses transfer “kemampuan” dari para perusahaan multinasional tersebut.

Senin, 23 April 2012

bab 4-Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

A.   Macam-macam Strategi Pembangunan Ekonomi

1.    Strategi Pertumbuhan
Adapun inti dari konsep strategi yang pertama ini adalah :
·      Strategi perkembangan ekonomi suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkan secara seimbang, menyebar, terarah, dan memusat sehingga dapat menimbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
·      Selanjutnya bahwa pertumbuhan ekonomi akan dinikmati oleh golongan lemah melalui proses merambat ke bawah perindustrian kembali.
·      Jika terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan prasyarat terciptanya pertumbuhan ekonomi.
·      Kritik paling keras dari strategi yang pertama ini adalah bahwa pada kenyataan yang terjadi adalah ketimpangan yang semakin tajam.

2.    Strategi Pembangunan dengan pemerataan
Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineerin, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk dan paket program terpadu.

3.    Strategi ketergantungan
Tidak sempurnanya konsep strategi pertama dan kedua mendorong pera ahli ekonomi mencari alternatif lain, sehingga pada tahun 1965 muncul strategi oembangunan dengan nama stategi ketergantungan.
Inti dari konsep strategi ketergantungan adalah :
·      Kemiskinan di negara-negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan negara tersebut dari pihak/negara lainnya. Oleh karena itu apabila suatu negara ingin terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak lain.
·      Teori ketergantungan ini kemudian di kritik oleh Kothari dengan mengatakan “ teori ketergantungan tersebut memang cukup relavan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri.

4.    Strategi yang berwawasan ruang
Starategi ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya/maju. Menurut mereka kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah maju dikarenakan kemampuan/pengaruh penyebar dari kaya ke miskin lebih kecil dari pada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya. Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai. Sedangkan Hirchman percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.

5.    Strategi pendekatan kebutuhan pokok
Sasaran dari strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara masal. Strategi ini selanjutnya dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan sedunia pada tahun 1975, dengan menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran. Oleh karena itu sebaiknya usaha-usaha diarahkan pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan pemenuhan kebutuhan pokok, dan sejenisnya.

B.   Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan strategi pembangunan ekonomi
Jika tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang mandiri, maka strategi ketergantungan-lah yang mungkin akan dipakai. Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan pembangunan maka strategi yang berwawasan ruang-lah yang akan dipergunakan.

C.   Strategi pembangunan ekonomi di indonesia
Sebelum orde baru strategi pembangunan di indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada kenyataannya nampak adanya kecenderungan lebih manitikberatkan pada tujuan-tujuan politik, dan kurang memperhatika pembangunan ekonomi.
Sedangkan pada awal orde baru, stratedi pembangunan di indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha-usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tinggi.
Dari keterangan pemerintah yang ada, dapat sedikit disimpulkan bahwa strategi pembangunan di indonesia tidak mengenal perbedaan strategi yang ekstrem. Sebagai contoh selain strategi pemerataan pembangunan, indonesiapun tidak mengesampingkan strategi pertumbuhan, dan strategi yang berwawasan ruang.

Selasa, 10 April 2012

Gadis Kecil Yang Malang


GADIS KECIL YANG MALANG

Beberapa hari belakangan ini, cuaca sukar diprediksi. Hujan tiba – tiba sering turun dengan lebatnya, bahkan disertai angin kencang dan petir bersahutan. Pulang sekolah, aku harus dua kali naik kendaraan umum. Kalau Mas Sam mengabarkan akan menjemputku hari ini, aku tentu senang sekali. Kalau tidak, aku tentunya pulang sendiri, berebut mengejar angkot hingga malam tiba.  Dan hari ini, aku benar – benar tidak mungkin mengharapkan Mas Sam segera hadir menjemputku dengan mobilnya. Baru saja dia sms, “ Mas kejebak macet jemput mama di Tanah Abang “.
Harapanku ini, hujan yang tiba – tiba turun segera berhenti. Paling tidak, setelah aku sampai didepan rumahku sudah reda. Saat mikrolet yang kutumpangi berhenti diseberang jalan rumahku, senja yang gelap sudah berganti malam dan hujan belum berhenti juga. Aku terpaksa berlari dan berteduh dihalte untuk sementara. Beberapa pengerndara sepeda motor sudah banyak memenuhi halte. Jaket dan pakaian mereka basah kuyup. Seorang bapak tua sedang melindungi isi gerobak barang – barang rongsokannya dengan plastik. Ada juga seorang anak lelaki yang termenung karena sebagian koran jualannya basah dan belum terjual. Beberapa ibu dan anak – anak sekolah asyik makan gorengan sambil ngerumpi tertawa cekikikan.
Puas menatap orang – orang disekelilingku ditengah terpaan cahaya lampu – lampu kendaraan yang lewat, sesosok gadis kecil tampak menyeberang jalan menuju halte tempatku berteduh. Ditangannya ada sebuah payung yang tidak terlalu besar. Baju gadis kecil itu sudah basah kuyup ketika dia tiba dihalte. Wajah imutnya mengingatkanku pada sahabat yang paling setia dan aku sayang. Beberapa orang anak sekolah dan ibu – ibu segera menyerbu gadis kecil itu. Tapi ketika gadis kecil itu melihat kearahku, dia cepat menghampiriku, sepertinya dia sudah mengenalku sebelumnya. Dia hanya menawarkan payungnya untukku.
“ Silahkan kakak pakai saja payungku untuk pulang ”, kata gadis tersebut. Karena gadis tersebut hanya mekakakwa satu payung saja, akupun menjawab serta menolaknya dengan baik “ terima kasih de, ade lebih membutuhkannya daripada kakak “. Gadis imut itupun terus mendesakku agar aku menggunakan payungnya untuk pulang. Tanpa berfikir panjang lebar, aku mengusulkan kalau aku dan gadis kecil itu bersama – sama memakai payungnya untuk menyeberang jalan.
Ketika aku sudah ada dipinggir jalan, tiba – tiba Mas Sam sms aku, “ de, kamu udah sampai rumah belum, kalau belum, kamu sekarang ada dimana, Mas Sam ingin jemput kamu “. Denag senang hati, aku langsung mebalas sms dari Mas Sam, “ aku berada didepan halte dekat terminal “. Dengan baik dan setianya, gadis kecil itu menemaniku sampai Mas Sam menjemputku. Aku dan gadis kecil itu saling bercerita yang lucu – lucu, dan akhirnya Mas Sam menjemputku. Akupun mengucapkan terimakasih atas bantuannya. Gadis kecil itupun tersenyum. Ketika ditengah perjalanan pulang, aku baru ingat bahwa aku lupa menanyakan nama gadis kecil itu.
Keesokan harinya, ditempat yang sama, aku bertemu dengan gadis itu lagi. Gadis kecil itu sedang duduk dihalte dengan raut wajah yang begitu sedih. Aku menghampirinya dan bertanya, “ ade mengapa bersedih ? cerita saja sama kakak,  mungkin kakak bisa bantu “. Gadis kecil itupun menceritakannya sambil meneteskan air mata. Dia bercerita tentang kakaknya yang sedang menderita penyakit kanker otak yang diderita selama beberapa tahun. Orang tua gadis kecil itu sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat beberapa tahun yang lalu, saudara – saudaranya pun sudah tak punya. Tiba – tiba aku teringat dengan sahabatku yang menderita penyakit kanker juga.
Namun ketika orangtuanya mekakakwa sahabatku pergi keluar negeri untuk melakukan pengobatan, aku sudah tidak pernah mendengar kabarnya lagi. Ketika aku sedang melamun, tiba – tiba gadis kecil itu membuyarkan lamunanku “ Kak...Kak...mengapa kakak melamun?”. “ maaf de, kakak teringat sama sahabat kakak “ jelasku untuknya. Tanpa berfikir panjang lebar, aku memutuskan untuk kerumah gadis kecil itu. Sebelumnya aku menanyakan namanya, dan alangkah terkejutnya, ternyata nama gadis kecil itu Manda, sama sekali dengan nama adik sahabatku.
Aku segera dipertemukan dengan kakak dari gadis kecil itu, dan betapa terkejutnya aku, ternyata rumah gadis kecil itu hanya berdinding dari anyaman banbu saja. Ketika aku bertemu dengan kakaknya, betapa terkejutnya aku, ternyata dia benar – benar sahabat aku yang bernama Chintya. Aku dan Chintya saling berpelukan melepas kerinduan yang terpendam. Ketika aku dan Chintya sedang berpelukan, tiba – tiba penyakit dia kambuh. Aku panik karena Chintya menjerit kesakitan dan Manda mencari obat untuk kakaknya, dan ternyata obatnya habis. Aku segera menghubungi Mas Sam untuk menjemputku dibawah jembatan dekat terminal agar bisa segera membawa Chintya kerumah sakit.
Beberapa menitpun berlalu, Mas Sam datang. Aku dan Manda segera membawa Chintya kerumah sakit terdekat. Diperjalanan menuju rumah sakit, Chintya berkata sambil menahan sakit “ Lia, apa kamu mau berjanji sama aku?”. “ Janji apa tya?” jawab aku sambil memegang telapak tangannya. Sambil memegang erat tanganku, dia berkata, “ kamu harus berjanji, bahwa kamu harus menjaga adik aku baik – baik serta menganggapnya seperti adik kamu sendiri “. “ iya Tya, aku janji akan menjaga adik kamu dan berusaha menyembuhkanmu, kamu harus bertahan demi adik kamu “, jawab aku sambil meneteskan air mata.
Setibanya dirumah sakit, Chintya segera dibawa keruang Unit Gawat Darurat oleh perawat. Menit telah berubah menjadi jam, kami menunggu kabar dari dokter, orangtua akupun yang telah dikabari oleh Mas Sam sudah tiba dirumah sakit. Ketika waktu menunjukkan pukul 20.33 WIB, dokterpun keluar dan mengabarkan, “ maaf, kami sudah berusaha namun Tuhan berkehendak lain “. “ Maksud dokter apa? Kak Tya baik – baik aja kan dok?” tanya Manda sambil menangis. Dokter menjelaskan dengan tenang kepada Manda, “ maaf, kakak kamu tidak bisa tertolong lagi”. Manda menjerit rasa tak percaya dan seketika tidak sadarkan diri.
Pihak rumah sakit memandikan serta merapihkannya jenazah Chintya, dan segera dibawa pulang kerumah. Orangtuaku segera mengabarkan pihak rumah agar mempersiapkan segala sesuatunya untuk proses pemakaman serta pengajian. Dalam perjalanan pulang, Manda terus menerus menangis dipundakku dengan rasa tak percaya. Ketika sampai dirumah, Manda mengaji didepan jenazahnya Chintya. Setelah proses pemakaman selesai, Manda belum mau beranjak dari makamnya Chintya, dia berulang – ulang kali menciumi batu lisan kakaknya.
Setibanya dirumah, aku, Mas Sam, serta kedua orangtuaku membicarakan tentang pengadopsian Manda. Manda pun setuju bila dia diadopsi oleh keluargaku, karena memang orangtuaku dengan orangtuanya Manda sudah menjalin persahabatan semenjak mereka sama – sama mulai usahanya dari nol. Orangtuaku menyerahkan semuanya kepada pengacara keluarga. Seminggupun berlalu, Manda sudah mulai melanjutkan sekolahnya kembali, yang dulu pernah tertunda sebab dia harus mencari biaya untuk membeli obat Chintya. Manda sudah mulai mengikhlaskan dan dia mulai membuka lembaran baru bersama keluarga barunya. Dan kini Manda, aku, serta keluargaku hidup bahagia...

Jumat, 06 April 2012

Selamat Jalan

Selamat Jalan
dihatiku telah tertulis
satu nama untuk cinta
yang takkan terganti untuk selamanya
walau kini sudah tiada disisiku lagi
air mata pun terus berlinang
melepas kepergianmu untuk selamanya
hancur sudah harapan tuk bersamamu
hanya kenangan yang melekat dihatiku
 
 selamat jalan kekasihku
janji aku selalu bersamamu
meskipun aku sakit menjalani hidup tanpamu
kau selalu melekat dihatiku




doaku selalu menyertaimu
disetiap nafasku
disetiap langkahku
disetiap detak jantung ini
semoga engkau damai disana
semoga kita berjumpa lagi
akan aku jaga cinta ini
hanya untukmu dihatiku.